Cara Menentukan Unsur Intrinsik Puisi


            Kembali lagi bersama saya Bagas Aji Harvian. pada kesempatan ini saya akan memberikan kepada sobat mengenai Bagaimanakah Cara Menentukan Unsur Intrinsik Puisi? Saya akan memberikan kepada anda Cara tersebut dengan membacanya di bawah ini
          Puisi adalah karya sastra yang di padatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi padu dan pemilihan kata-kata kias. Puisi dibentuk oleh dua unsur, yaitu unsur bentuk dan unsur isi.

Cara Menentukan Unsur Intrinsik Puisi

Menentukan Unsur Intrinsik Puisi

Unsur-unsur bentuk (ekstrinsik) puisi sebagai berikut.

  • Diksi (pilihan kata)
  • Unsur wujud, yaitu unsur puisi dibentuk dari susunan kata, baris, bait, hingga membentuk puisi
  • Unsur pertautan antarbaris atau antarbait bersifat logis imajinatif.
  • Unsur musikalitas berwujud rima dan irama. Rima merupakan persamaan bunyi. Irama berhubungan dengan pengulangan bunyi, kata, frasa, dan kalimat.
  • Unsur gaya dan bahasa.

Unsur-unsur Isi (intrinsik) puisi berikut ini.


  • Tema, yaitu gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair melelui puisi. Tema berdifat khusus, obyektif, dam lugas.
  • Amanat, yaitu kesan yang ditangkap oleh pembaca setelah membaca puisi. Cara menyimpulkan amanat puisi berkaitan dengan cara pandang pembaca terhadap suatu objek.
  • Nada dan suasana puisi. Nada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca. Suasana menyangkut pengungkapan sikap penyair.
  • Perasaan menyangkut sesuatu yang diungkapkan penyair.
  • Citraan, berhubungan dengan indra manusia. Melalui citraan, pembaca dapat mengetahui objek yang digambarkan penyair. Citraan yang dapat ditemui dalam puisi meliputi citraan pendengaran, pengelihatan, perasaan, perabaan, penciuman, dan pengecap.

 Cara Mencari Isi Puisi 

          Isi puisi berkaitan dengan tema. Untuk menentukan isis, kamu harus memaknai kata-kata dalam puisi harus diartikan secara nyata. Isi puisi merupakan masalah pokok yang dikemukakan penyair.

Majas Dalam Puisi


          Majas merupakan gaya bahasa kias yang digunakan untuk memunculkan suatu efek tertentu. Majas dalam suatu karya sastra, khususnya puisi, bertujuan mewakili perasaan dan pikiran penulis. Henry Guntur Tarigan membedakan majas menjadi empat kelompok sebagai berikut.

1.       Majas Perbandingan


  • Metafora, majas yang membandingkan dua objek secara langsung, tanpa menggunakan pembanding.
  • Simile, majas yang membandingkan dua objek berlainan, tetapi dianggap sama. Perbandingan tersebut ditandai dengan penggunaan kata seperti, ibarat, sebagai, bak, umpama, dan laksana.
  • Personifikasi, majas yang menggambarkan benda-benda mati seolah-olah memiliki sifat seperti manusia.

2.       Majas pertentangan


  • Hiperbola, majas yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan.
  • Litotes, majas yang menyatakan sesuatu lebih rendah daripada yang sebenarnya.
  • Ironi, majas yang menyatakan makna bertentangan dengan maksud olok-olok, tetapi menggunakan kata-kata halus.

3.       Majas Pertautan


  • Sinekdoke pars pro toto, majas yang menyebutkan nama sebagaian sebagai pengganti nama keseluruhan.
  • Sinekdoke totem pro parte, majas yang menyebutkan nama keseluruhan sebagai pengganti nama sebagian.

4.       Majas Perulangan


  • Aliterasi, majas yang memanfaatkan kata-kata yang memiliki persamaan bunyi pada awal kata.
  • Asonansi, majas perulangan yang berwujud perulangan vokal yang sama.
Demikian, Tulisan saya mengenai Bagaimanakah Caranya Untuk Menentukan Unsur Intrinsik sebuah Puisi, Semoga dengan anda membaca tulisan saya ini, anda semakin mudah untuk memnentukan Unsur Intrinsik dalam puisi yang sobat kerjakan. Nice, Semoga Bermanfaat.

TERIMA KASIH

ARTIKEL TERKAIT

Previous
Next Post »